Kamis, 01 September 2011

anderpati

Gadis, aku takut jika ini benar, aku takut jika ini tidak dilakukan, aku hilang arah jika menyerah, aku bodoh jika meninggalkannya, aku hebat ketika orang menjabat tanganku, aku bahagia jika Dia ada, aku marah jika dia berdosa, aku bahkan tidak tahu logika, aku hanya menikmatinya saja, aku puas karena berbeda, maka aku akan mati berkalang tanah seperti mereka.
Selalu ada dua pilihan yang ragu untuk dipilih, ada kepastian yang tidak disadari sebelumnya tanda-tanda itu makin jelas, muncul ketika keyakinan ini mulai hancur, ribuan tatapan yang tidak bisa aku mengerti maknanya, makin jelas. Tapi itu bagian dari jalan hidup, penentu arah pada apa yang harus aku tentukan setelah kedua pilihan itu hancur, lalu tumbuh pada tubuh yang mati ini tanpa darah dan jiwa yang hancur beserta Ruh yang tidak menghuni lagi jasadnya hilang arah.
Kali ini bukan tuntutan, melainkan tantangan. Aku senang dengan hal baru ini, yang awalnya hanya kesibukan yang biasa yang berujung pada satu tujuan yang sama, penuh kejutan.
Tuhan memang adil.
Tentang sesuatu yang bisa aku rasakan, namun tidak bisa aku ketahui keberadaannya, aku hanya bisa menggambarkannya pada selembar kertas dan pena sebagai penentu arah, sementara aku hanya bisa meberi rasa saja, rasa ingin menemukan hal itu, yang tidak aku tahu keberadaanya. Jika ini sebuah nama maka siapa Dia? keadaan yang tidak bisa diprediksi. Tapi ini bukan awal dari keraguan. Apakah ini pertanyaan yang harus aku jawab di setiap pagi, tentang semua yang seharusnya tidak terjadi. Ini sebuah elegi dalam perasaan, aku tunggu waktunya nanti, jika aku yakin akan sebuah proses dari semua Tanya ini.
Kembali pada jam yang sama, keadaan yang sama dan pertanyaan yang sama, masalah memang tidak bisa aku prediksi lagi, ini datang dari rasa ingin memiliki, dari proses perjalanan yang panjang. Aku memilih diam, biar Dia menentukan kata-kata yang cocok untuk keadaan ini, keadaan ketika rasa ini hanya ingin diam karena aku tidak bisa memprediksikanya lagi, ketika dalam suatu pertemuan yang singkat dan sebelumnya sering aku lalui pada hari yang sama, senin, rabu, kadang hari sabtu , tidak bisa di prediksi. Aku hanya bertanya pada kata-kata yang selalu dia ucapkan, dan hanya bisa tersenyum dari segala hal kecil namun bermakna yang selalu Dia ucapkan dan berujung pada satu masalah yang sama. Dan aku selalu ingin bertanya “apakah ini tentang kita”
Malam semakin larut, gelap, .awan hitam pekat seperti dedak kopi yang mengendap dalam gelas keramik yang ku pegang, sedikit demi sedikit aku teguk sambil sesekali memandangi keluar jendela kaca di tempat pertemuan itu, selalu ada Dia dan selalu kita berdua yang duduk di bangku itu, asap roko yang makin penat, cerita yang semakin haru dan kadang bisu, bahkan tidak sadar akan waktu yang selalu menegur di sela-sela cerita, itu peringatan tapi selalu aku hiraukan saja. Karena malam itu Dia ada.
Selalu ada keajaiban dari sekian banyak waktu yang dilalui bersama, bangku kayu, meja melamin dan suasana yang nyaman, semakin lupa waktu, uangku sudah habis saat itu, kopi dan rokok pun hampir habis, tapi kita masih bisa tertawa haru sampai malam pun makin larut.
Ini sedikit cerita tentang Dia, selalu aku ingat selamanya, senyum dan gelagatnya, haru dan amarahnya menjadi inspirasi terbaik. Maka aku akan selalu  menjaganya.
Malam makin larut, sedikit absurb karena kita menghabiskan waktu dibalik makna besar yang sulit dimengerti.
Tanggal 9 yang mempunyai arti sempurna bulan 1 yang artinya pertama kali aku ungkap semua Tanya itu dan tahun 2011 awal yang mengagumkan.

2011.kindarma

Tumbuh.Distorsi

Penulisan kalimat-kalimat dan kata-kata yang tidak bisa dimengerti, pengungkapan jati diri dari sosok diri ke dua, dari diri yang sesungguhnya dan mungkin itu sering dialami setiap orang, terutama bagi penderita schizophrenia dengan berbagai tingkatannya. Saya rasa ini hanya pengungkapan di saat pikiran ini terjebak oleh alcohol dan beban moral, yang selama ini jadi polemik kehidupan yang tidak normal, masih banyak yang harus saya perbaiki dalam hidup, dan masih banyak beban lainnya yang harus saya tanggung sampai mati.
Awalnya dari sebuah penyimpangan keyakinan dan perbedaan-perbedaan pemikiran pada saat itu, suasana yang tenang pada pagi yang asing menjadi awal dari sebuah kegiatan ini, dimana semua orang pergi menuntut ilmu, pergi untuk bekerja yang hanya sebagai tuntutan hidup, dan pergi untuk selamanya meninggalkan pagi itu. Saya lupa mengingat hari, dimana awal mulanya perubahan diri ini yang saya ingat waktu itu hanya uang dan kesenangan juga kepuasan, perubahan ini datang pada akhir tahun 2005 pada saat saya baru mengenal dunia luar yang sebelumnya terikat dengan tuntutan untuk belajar dasar-dasar manusia berintelegensi, yang hasilnya tidak sama sekali berguna. Hanya bisa menguasai sederetan huruf abjad yang dirangkai menjadi sebuah kalimat untuk memudahkan dalam berkomunikasi, setelah dua belas tahun menuntut ilmu, saya tidak merasa bangga dan tidak merasa pintar dengan semua pelajaran yang saya dapat selama itu, yang paling berkesan pada masa-masa itu Cuma persahabatan dan keinginan untuk memiliki sesuatu, seperti mainan, sekedar senang-senang dengan mainan dan bermain bersama teman di sekolah ataupun di sekitar rumah. Kesenangan itu selalu ada setiap hari yang memang tidak begitu padat aktifitas, saya sadar. Bahwa saya cenderung menutup diri, tidak terlalu bersosial dengan orang lain kecuali dengan teman yang cukup dekat dengan saya, dan itupun hanya sesekali saja tidak selalu setiap hari bisa bertemu dengannya.
Pada masa-masa itu, orang-orang sedang berlomba-lomba meningkatkan popularitasnya, berbagai gaya hidup yang tidak konsisten, krisis penampilan dan persaingan kekuasaan. Bagi saya itu tidak penting sama sekali hanya sedikit keinginan untuk mencobanya, padahal saya mampu seperti itu.
Lalu saya sadar bahwa hal itu sangat penting dan tidak bisa dipungkiri oleh semua orang pada masa itu, ‘masa-masa sekolah’ awalnya saya tidak mengerti tentang trend dan image pada saat itu, dan mulai mengerti setelah mencobanya. Ternyata selama ini saya bodoh tidak tahu perubahan zaman, tidak tahu perkembangan trend dari masa ke masa, yang saya tahu hanya bermain dan membeli mainan layaknya anak kecil yang berumur Sembilan tahun, dan itu sudah dialami selama sepuluh tahun dalam hidup saya.
Saya mulai berpikir ingin menjadi layaknya orang-orang pada masa itu, yang selalu memakai kendaraan bermotor yang bermotif airbrush berbagai gambar dan berpenampilan mengikuti para orang popular pada masa itu, saya sedikit bingung untuk mencoba seperti mereka, karena saya tidak mempunyai motor, bahkan penampilan pun seadanya. Saya Cuma punya sepeda mini, dan sepatu abu-abu yang selalu saya poles dengan semir sepatu berwarna hitam, karena saya tidak suka warna abu-abu. Saya piker saya bodoh saat itu, memikirkan populeritas dan trend yang tidak mengerti maksud dan tujuannya, mereka seperti itu karena ingin tampil beda atau sekedar pamor saja, kepuasan apa saja yang mereka dapat pada saat itu, saya semakin penasaran dan ingin mencobanya. Namun itu hanya sekedar khayalan saja.

mimpi mimpi


MANUSIA DAN HYPER AKTIF MENTAL


Ada segala kesibukan yang selalu kita lakukan, sebuah kreatifitas dan tuntutan. Pemikiran lah yang menjadi tuntutan untuk menjalani kegiatan dan kesibukan kita sehari hari dikalangan orang lain dan diri kita sendiri.
Sebuah rangkaian pola fikir yang hebat, pola fikir seseorang dalam menanggapi rangsangan dari luar pemikirannya, rangsangan itu dapat diterima dengan cepat, melalui rongga-rongga indra nya menuju ke otak. Proses ini selalu melahirkan pemikiran-pemikiran baru, yang lebih nyata,kadang tidak bisa dimengerti dan diluar batas, yang berpengaruh dalam kehidupan manusia secara logis dan psikologis.
Kadang kita selalu merenung untuk mencari titik awal dari permasalahan, atau akan terus menerus memikirkan satu titik yang berputar dan putaran itu berbalik arah, kembali pada titik awal tidak pernah keluar dari perputaran itu hingga tidak ada penyelesaian nya. Manusia mengalami hal tersebut, selalu memikirkan antara baik dan buruk, salah dan benar,yakin dan tidak dsb yang saling bersangkutan, proses ini memerlukan waktu dan tidak selalu tepat pada perkiraannya, melainkan butuh dorongan untuk menentukan nya.
Ketika harapan dan imajinasi kita tercapai, apakah akan jadi penunjang untuk menjalani hidup? Dan apakah akan bermanfaat terhadap orang lain, atau diri kita sendiri?.Tiap kita melangkah menentukan tujuan, selalu ada kesalahan yang tidak kita sadari sebelumnya, kesalahan pada setiap unsur kehidupan yang masih jadi pertanyaan (kesalahan apa yang kita perbuat) dampaknya akan merugikan, tetapi secara tidak sadar kita sudah membuat kesalahan itu, kita sudah merubah nya dan kita sudah menjalaninya, yang akhirnya timbul alasan-alasan untuk menutupi kesalahan itu, yang bersifat merugikan!
Alasan-alasan itu sangat Egois! Terbentuk dari hasil pemikiran diri seseorang yang merasa dirugikan, padahal orang lain pun sama-sama dirugikan oleh kesalahan itu. Tersenyum dan menatap kosong yang memberi ketakutan pada kesalahan ini, tidak memiliki pendirian, tidak memiliki keyakinan dan tujuan, maka apa yang akan kita persiapkan untuk menjalani keraguan tersebut..
Apakah akan terus seperti ini cara nya? Hal ini akan berdampak buruk pada pola fikir yang tidak konsisten, tidak tertentu arah dan akhirnya lupa.

JIWA YANG RUSAK DAN HINA INI MENJADI SUATU MOTIVASI HIDUP YANG LEBIH BAIK SEBELUMNYA TIDAK ADA TUNTUTAN DALAM MENJALANI NYA SEPERTI KHAYALAN YANG BEGITU HEBAT, YANG TIDAK MUNGKIN SEPENUHNYA TERWUJUDKAN, DAN HARAPAN YANG SELALU  TIDAK DAPAT DI RAIH, AKAN MENJADI KENYATAAN PADA SAAT KITA MENGHARGAI PERUBAHANNYA
.
Pada umumnya kita telah memanfaatkan sedikit dari potensi mental yang dimiliki, kemungkinan 99% dari kemampuan manusia telah disia-siakan. Walaupun banyak dari antara kita memandang diri berkebudayaan dan berpendidikan, namun sebagian besar waktu yang dimiliki hanya dipergunakan untuk berbagai kegiatan seperti mesin-mesin otomatis yang bekerja rutin, megerjakan sesuatu yang sama dan berulang-ulang, hanya sedikit perubahan yang terjadi pada proses itu, dan itupun hanya dilakukan sekali dua kali sepanjang hidup, contohnya seperti saat kita senang, tidak pernah setiap hari,setiap jam, kita senang/bahagia pasti dalam satu haripun ada berbagai perasaan yang berbeda, contoh kecilnya seperti itu kita senang hanya sesekali saja, senang karena sebab.
Sepuluh juta tahun lamanya proses evolusi diperlukan untuk melengkapi manusia dengan otak yang nampaknya mempunyai kemampuan tidak terbatas, tetapi kita cukup puas dengan hanya menggunakan sebagian kecil saja, dari kemampuan yang hebat itu. Kita bagaikan penghuni kecil pada susebuah istana yang walaupun sudah berhasil menduduki sebuah istana luas, akan tetapi lebih suka tinggal menetap di salah satu pojok di ruang paling bawah.
Obat-obat perangsang untuk memperluas pengalaman psychs, mistikisme, hypnotism, meditasi, takbir mimpi dan sikap mental kreatif pada manusia dewasa ini nampaknya semakin haus terhadap pengalaman batin dan semakin banyak saja orang yang menempuh jalan berliku-liku yang ada di dalamnya untuk menyadari potensi maksimal yang dimiliki, dan bertekad untuk menumbuhkan kekuatan hebat yang bersembunyi di dalam dirinya itu. (kita harus tahu tujuan kita, dan bagaimana caranya mencapai tujuan tersebut).
Pemikiran ini timbul ketika kita merenung sendiri dibawah berbagai tekanan hidup yang selalu datang di setiap kita lepas dari kegiatan-kegiatan setiap hari
Seperti : DUNIA YANG BERADA DALAM IMPIAN
Apabila seseorang pergi tidur, ia membawa semua kebutuhan yang diperlukan untuk membangun alam mimpi. Pada waktu seseorang sedang tidur ia menentukan dan membangun kembali alamnya sendiri. Di sana tidak ada kereta, jalan-jalan dan jembatan. Di alam itu tidak terdapat kegembiraan, tidak ada kesenangan dan hiburan. Tidak ada sungai, telaga, dan pertokoan serta bangunan-bangunan besar yang tingginya sampai menembus langit, tetapi di dalam dirinya dicetuskan semua itu. Karena di alam mimpi itu ia sendiri merupakan sang pencipta.

tuntutan, tujuan , harapan, permasalahan untuk pemuasan pikiran dan proses pencarian jati diri pada setiap orang.

Kind | 2010

Surat.balasan - bagian V

Apakabar Darma..
semenjak keputusan terakhir tentang kepergian ku dan tentang keikhlasan mu, hana menunggu surat balasan mu darma tapi tak kunjung datang, tidak sedikit pun yang hana tahu semenjak kejadian itu, hana harap surat ini bisa sampai entah bagaimana caranya, dan hana sempat bertemu seorang laki-laki yang secara tidak sengaja dia menemani hana untuk sekedar mampir bercerita tentang semua perjalanan yang tabu ini. Tuhan memang baik hati mempertemukan orang-orang yang baik dan member sedikit pencerahan ketika rasa ini mulai ragu, ragu akan kebingungan mencari jalan keluar untuk semua cerita yang selalu kita lewati dan semua kenangan yang tidak pernah hana lupakan juga masalah hidup yang tak kunjung berhenti karena ini tuntutan buat hana untuk menjadi yang terbaik bagi semuanya.
Kamu masih ingat , hana pernah bilang akan melanjutkan perjalanan ini dan pasti Hana akan tulis surat di sela-sela perjalanan ini, akhirnya hana terhenti sejenak, tapi sekarang tidak ada persimpangan tidak ada orang yang selalu hana temui sebelumnya tidak ada hal baru yang bisa dijadikan motivasi besar buat hana. Berhenti sejenak untuk memahami segala kejadian yang sudah hana lewati sebelumnya, nyaris putus asa! Tapi hana tidak berfikir pendek tentang itu, hana harus bangkit dari segala keluhan ini, hana tidak akan menyerah sampai disini darma. Kamu juga harus  tetap semangat menjalani semuanya untuk menjadi yang terbaik, dan yang lebih baik lagi, aku tahu kamu bisa, dengan segala kemampuanmu dalam segala hal, kamu bisa bangkit dan berusaha menjadi lebih baik, jangan menyerah, terus berjalan sampai kamu menemukan hana di sini, sungguh aku tidak bisa membayangkan jika kita bisa bertemu seperti dulu, seperti kebersamaan yang selalu kita lewati bersama, tapi ini tidak mungkin untuk sekarang….
Maafkan aku darma, baru sempat menulis surat ini sekarang. Aku sempat hilang arah di perjalanan ini, langkah-langkah kecil ku mulai terjebak dalam segala keraguan, tapi Tuhan masih baik hati memberi sedikit celah bagi hana untuk menyadari semuanya. Hana bertemu laki-laki yang sebelumnya hana kenal ,tapi itu sudah lama sekali hana kenal , hana baru menyadari bahwa laki-laki ini memang pernah hana kenal waktu bersamu dulu di kehidupan sebelumnya.
Laki-laki ini memang ramah, hana kaget ketika dia menyapa dan mengulurkan tangannya untuk sekedar bertanya, lalu hana tersenyum sedikit bingung dengan kedatanganya yang secara tiba-tiba. Dia bertanya “kamu sendiri, kemana bayanganmu, tidak biasanya bayanganmu samar” hana kaget mendengar dia berkata itu, ternyata dia sering memperhatikan hana selama ini, selama diperjalanan ini. Lalu hana baru ingat bahwa dia, hana kenal sebelumnya. Hana duduk di sebelahnya dan bercerita tentang semua perjalanan hana, tentang kehidupan, kebingungan, dan keraguan yang selama ini hana cari jalan keluarnya.
Tidak terasa sudah berjam-jam hana bercerita dengan laki-laki ini, ternyata dia mengenalmu Darma, aku sempat teringat kembali semuanya yang sejenak aku lupakan karena sibuk mencari arah tujuan selama ini, maafkan aku Darma. Hana selama ini tidak sempat menulis surat dan melupakan beberapa hal kecil yang selalu hana temukan, memang terlihat samar tapi tidak seperti yang kamu kira, bahwa semua ini merupakan teguran bagi hana untuk lebih peka lagi, lebih mengerti lagi menyikapi segala nya. Kamu harus lihat aku sekarang sudah bisa menyikapi segala elegy kehidupan dan masalah yang sedikit demi sedikit lebih terarah, tidak seperti dulu yang selalu menjadi beban besar bagi hana, bagi masa depan hana juga, tapi hana tetap tidak bisa keluar dari tempat ini. Walaupun sedikit tenang menjalaninya.
Semenjak bertemu laki-laki ini, hana berhasrat besar ingin menulis surat lagi, karena hana pikir surat ini mungkin bisa di titipkan pada laki-laki itu, karena dia mengenal kamu Darma, dan dia berjanji akan bertemu kamu pada waktu-waktu tertentu yang tidak pernah diperkirakan sebelumnya, dia orang yang baik, dan aku harap surat ini bisa sampai pada waktunya, yang selalu menjadi kejutan di setiap alur cerita ini. Jadikan ini sebagai motivasi buatmu Darma, bahwa aku selalu mendukung dan mendoakan yang terbaik, walaupun sekarang tidak bisa menemani mu Darma, hanya waktu yang selalu menjadi peringatan bagi ku.
Aku tidak pernah sekedar berprediksi atau bahkan menebak akhir dari cerita ini, semua ku hadapkan pada cermin yang mengantarkanku pada posisi berkaca pada diri, tapi hati mencapai titik kristalisasi yang menyebabkan timbulnya kekuatan dalam berucap.
Semua rasa ku bentangkan tanpa rahasia tanpa geliat asa dan pengharapan, ini hanya sebuah dasar dari kekaguman, berujung pada sebuah ungkapan dengan sentuhan ketulusan.
Terimakasih untuk semua hal yang tidak pernah ku prediksi.
Kepingan kecil dari hidupku sempat menemukannya di tengah sebuah persimpangan yang tengah ku lalui, aku sedang bersama seseorang yang lebih dulu sudah ku temukan, tapi entah kenapa dia membuatku menoleh dan mengalihkan pandanganku? Aku menoleh untuk kemudian mengerti aku sadar terlalu lancang! Terlalu tidak usah. Sedang waktu berputar seiring putarannya yang wajar, sampai pada suatu ketika. Kesadaran mulai terbangun dari keistimewaan rasa yang kini merubah wajah kewajaran menjadi sulit terlupakan, aku mengerti, aku sedang berada dalam sebuah ruang yang nyaman.
Aku akan berjalan menempuh jalan ini semampuku, aku terhenti jika tak sanggup lagi melangkahkan kaki. Aku menyerahkan diriku pada waktu, kutumbalkan hidupku pada kepasrahan penuh. Sampai kemudian di renggut takdir menghadap jalan lain, sekarang sudah cukup! Cukup memberiku banyak hal yang indah yang semula terlalu ragu kudapat. Aku tidak bisa berjanji atau mengungkap sebuah kepastian karena aku manusia yang kelak mungkin bersalah., aku hanya ingin berjalan santai sore hari sambil tersenyum pada kesan dan kenyamanan! Aku tidak ingin lebih jika hanya akan merusak yang ku punya saat ini.
Seperti kepingan puzlle, aku mencoba menatanya menjadi sebuah bentuk yang indah, dengan jangka waktu yang tak pernah bisa ku tentukan, jika waktu adalah batas yang menciptakan keterbatasan, maka aku kalah, karena hasilnya mungkin tergesa-gesa. Maka aku matikan putaran waktu dan kucoba menyusun kepingan-kepingan puzlle ini dengan keindahan yang mulai terbentuk sekarang, menjadi sebuah gambar raksasa yang tercipta dari ribuan keeping kenangan yang pernah kita lalui bersama, tanpa batas waktu lagi!
Sampai pada waktu memaksa harus berputar lagi, di sini lah awal penentuan, sampai ketemu darma.

Hana
11 Agustus 2011.

Surat.balasan - bagian IV

Sudah lama aku tidak mengucapkan selamat pagi ‘darma’
Semoga matahari itu tidak tergesa gesa datang dan pergi untuk selamanya, hari ini aku berjalan cukup jauh meninggalkan rerumputan basah dan tempat segitiga itu. Walaupun semakin gelap jalan yang hana tempuh tapi ini sungguh luar biasa, hana seperti teringat kembali kepingan-kepingan masa lalu yang hilang dan hana ingin merangkainya kembali walaupun lewat mimpi dan surat surat ini.
Oh ya Darma, hari ini kamu pergi ke mana? Apakah ada suatu rencana untuk melewati dan mengisi hari ini, aku harap kita bisa bertemu pada suatu rencana yang selalu kita buat sebelumnya, seperti dulu. Hana pergi tidak untuk selamanya, hana baru sadar itu dan kepergian ini sangat lelah! Lelah untuk mengingat kembali kesan-kesan hari itu, suasana haru, dan hal baru yang selalu hana dapat setiap kita pergi bersama menentukan rencana yang bisa dianggap biasa namun pelajarannya sungguh luar biasa, sayang sekali bila hana melewatkan hal-hal itu. Mungkin hana melewatkan beberapa hal baru lagi yang kamu temukan di sana, tanpa hana. Dan hana menemukan hal baru di sini tanpa kamu darma, ini seperti sebuah permainan saja. Yang mungkin akhirnya kita akan bertemu dan menemukan hal baru itu bersama-sama lagi.
Hana punya satu permainan yang mungkin ini sudah terjadi sebelumnya, dalam permainan ini kamu harus menjawab semua pertanyaan hana, walaupun hana tidak bisa mendengar dan tahu jawabannya, kamu mungkin bisa ungkapkan dengan membalas surat ini, seperti biasanya.
Ungkapan ini sebuah pesan-pesan pendek yang selalu hana tulis, ini sebagian yang hana ingat ketika kita akan merintis bisnis kecil-kecilan di rumah singgah itu, tempat pertama kita bertemu dan orang-orang ditempat itu yang sudah seperti keluarga bagi ku. Sudah lama sekali hana tinggalkan. Aku bersyukur bisa mengingatnya karena cerita ini sangat membantu ku untuk sedikit melupakan rasa lelah ini..
Darma kamu ingat? Ini pesan pendek yang hana kirim lewat telepon genggam “Hari itu aku berangkat dulu…berangkat untuk mengadukan kebodohan hahaha ‘mari menuntut ilmu’ lalu setelah beberapa jam kemudian aku berbagi cerita tentang kebodohan itu sampai aku jenuh dan ingin segera bertemu, oh ya hari itu tidak seperti biasanya di tempat itu tanpa kehadiranku, hehe…aku mulai bosan, jenuh ingin segera pulang bertemu denganmu dan berkumpul bersama orang-orang di rumah singgah itu, matahari mulai bergegas pulang, langit merah pun mulai berubah hitam kebiru-biruan, malam menjelang dan aku masih belum pulang, suasana makin bosan! hmm….lalu aku mengirim pesan pendek lagi “titipkan tawaku disitu”.
Tapi ada pelajaran yang hana bisa ambil saat itu, hana mendengarkan seorang yang menjelaskan tentang ‘audit tujuan hidup’ yang cukup memberikan pandangan buat pola pikir yang labil, setelah beberapa jam lalu aku buat resume dan mengisi beberapa soal tentang audit tujuan hidup. Aku dapat sebuah pelajaran yang aku susun lewat ungkapan malam itu.
Ini ungkapan hana
“Belajar! “ketika usahamu di nilai tidak penting, maka saat itulah kau sedang belajar tentang keikhlasan. Belajar untuk memahami dan menghargai orang lain, saat itu juga kau belajar mendewasakan diri untuk hidup berdampingan dalam satu nafas kehidupan
Aku tau ga banyak yang bisa aku persembahkan untuk banyak orang di sekitar ku, tapi banyak hal-hal berharga yang mereka sajikan untuk perlahan membentuk pribadi dan jati diri yang konstan.
Tapi aku ga bisa hidup sendiri, saat semua hal yang aku miliki kadang tidak berharga. Karena sesungguhnya aku hanya butuh” semangat” dan dukungan untuk terus bertahan hidup di bawah tekanan.
Dan kemudian berteriak dengan bangga,” AKU BISA! “
.
Ungkapan itu sudah lama aku lupakan namun perubahannya aku bisa rasakan, yang sekarang tinggal kenangan saja. Aku akan selalu mengingat penghuni-penghuni tiap ruang di serambi hati ini dan ada banyak kenangan yang tidak bisa aku ungkapkan lewat kata-kata, karena ribuan kenangan itu akan selalu ada tersimpan di setiap ruang serambi hati ini, walaupun salah satu ruangan itu kosong, aku yakin penghuninya akan kembali menempati ruangan itu.
Bahkan dari semua kata yang kita komunikasikan bersama, tanpa kita sadari raga kita hanya bisa berbagi tawa. Tapi jiwa kita mewujudkan nya seperti keajaiban kecil. Menjadi serpihan ketidaksadaran yang maya.
hana lanjutkan perjalananan ini, semoga hana tidak memilih arah yang salah, perjalanan ini sama sepeti mimpi di persimpangan jalan itu, yang hana pernah bercerita sebelumnya, dan di sela-sela perjalanan ini hana akan tulis surat kembali.

Hana
8 Mar 2011

Surat.balasan - bagian III

Kembali menemui rumput-rumput basah..apakabar darma..
Hana tidak bisa mencium bau sinar matahari yang membakar kulit, hari ini tidak seperti biasanya tidak ada aktifitas yang bisa mengisi perjalanan ini. Hana bermimpi tentang semua aktifitas hana dulu, dalam mimpi itu hana berjalan diantara bangunan-bangunan berbentuk kubus dengan satu pintu yang terbuat dari kaca, bangunan itu banyak, dindingnya berwarna abu dan bercahaya, terlihat indah.
Dalam mimpi itu hana harus menentukan pilihan, karena rasa penasarn akan isi dalam bangunan itu. suasananya sepi tidak terdengar apa-apa di sekitar bangunan itu, perasaan hana terus bertanya-tanya, ada sesuatu yang harus hana lihat di balik pintu kaca itu. Lalu hana mendekati pintu itu, terasa hangat. ternyata pintu itu bukan terbuat dari kaca, tapi seperti gumpalan asap yang membentuk sebuah pintu, hana makin mendekati gumpalan asap itu, lama-lama memudar lalu masuk ke dalam ruangan itu yang tanpa sadar hana juga ikut masuk ke dalam ruangan itu. Ini mimpi? atau skedar imaginasi saja, hana melihat persimpangan jalan, diantara dua arah jalan itu hana melihat sosok seseorang sedang berdiri seperti menunggu sesuatu atau sedang melihat ke arah hana, tapi sedikit samar. Matanya kosong, tanpa mimik apapun di wajahnya.
Hana takut, takut mengenal sosok itu. sejenak ingin mengucapkan sesuatu tapi tidak bisa sama sekali, mendadak bisu memperhatikan sosok itu, hawa hangat tadipun berubah jadi dingin yang teramat sangat. hana tidak mengerti kenapa selalu ada dua pilihan diantara ribuan harapan, yang pada saat itu harus hana pilih salah satunya seperti dalam mimpi itu hana harus mendekati sosok itu atau berbalik arah meninggalkan ruangan itu, Sosok laki-laki itu samar terlihat dari kejauhan membawa tas kecil berwarna cokelat, hana masih diam diantara persimpangan jalan  itu, lalu hawa hangat itu mulai terasa lagi memberi kekuatan untuk berjalan mendekati sosok laki-laki itu, mendeka dan menyapanya.
sedikit senyum walaupun rancu, dia tidak menjawab hanya menunduk dan menggerakan kedua kakinya, bergeser ke kiri, kekanan, entahlah! dia sedang apa. hana tidak terlalu memperhatikannya. Astaga! dia memakai sandal karet berwarna ungu seperti yang sering hana pakai dulu, hana terharu dan kembali bisu tidak bisa berkata-kata lagi, ini hanya mimpi! mungkin ini mimpi? setelah hana perhatikan sosok itu, ternyata itu kamu darma. Aku tidak menyangka kalu ini nyata, bukan mimpi! ruangan ini memabawaku ke alam nyata di bawah alam sadar, lalu aku mulai bisa berkata-kata "darma" dengan penuh harap, dua kali aku memanggilmu "darma"  tapi kamu cuma tersenyum sambil melepaskan sandal itu dan menaruh tas kecil itu di depanku. aneh! padahal aku tidak menyuruhmu seperti itu, 'dengan monolog kata' kamu menunjuk ke arah kanan di persimpangan jalan itu, lalu tersenyum.
sudah kedua kalinya aku tidak memperhatikan isyarat-isyarat itu, karena perasaan hana tertuju pada wajah kamu "darma" yang kadang samar kadang aku tidak mengenali raut wajah itu, Tuhan hana berharap ini benar-benar nyata, lalu perhatianku kembali tertuju pada sandal dan tas kecil yang kamu bawa, rasa kaget, haru tadi pun belum reda. Tiba-tiba sosok itu hilang, Darma?! , selalu seperti ini, mimpi memang tidak bisa di prediksi, tidak bisa dikendalikan tanpa menguasai alam bawah sadar. 
Dalam tas kecil yang kamu tinggalkan, ada sebuah surat dan satu botol parfum. surat itu ..
             
          " Aku ingat ketika sandal ini ditinggal pergi oleh pemiliknya
              parfum ini mengering dan habis, ketika pemiliknya pergi 
              tapi wangi parfum ini selalu tercium, walaupun habis
              mungkin sandal ini sudah tidak muat lagi kamu pakai
              tapi aku selalu menaruhnya di depan pintu rumah
              seolah-olah ada kamu "Hana"
              dan aku berharap hari ini kita bisa bertemu
              pada saat kenangan ini aku ingat"

Darma, aku tidak percaya hal ini terjadi, akutulis surat dan tidak mungkin untuk terbalas. Perasan itu selalu aku rasakan setiap aku tulis surat buatmu, dan Hana selalu berharap menerima balasannya, yang kini satu harapan itu terwujud walau dalam mimpi.
Terimakasih Tuhan...
Hana tulis surat lagi nanti, sampai ketemu......

Hana
7 Feb 2011

Rabu, 31 Agustus 2011

surat.balasan - bagian II

Apakabar Darma..
Jika pengalaman ini merupakan satu-satunya hal yang memberikan otoritas, Hana dapat memahami tentang kematian. Hana tidak bisa menyikap tabir rahasia dibaliknya, hana dihadapkan pada dua pilihan " melupakan dan memaafkan " kematian bukan sebuah pengalaman, kematian akhir yang menutup seluruh pengalaman.
Hana berharap pintu pemahaman tertutup, kadang hal ini berlalu demikian mudahnya. Jangan sampai pengalaman ini terjadi untuk ke dua kalinya, hana sudah cukup senang dengan semua ini. Hana ada satu harapan lagi yang belum terjawab. Hana berharap do'a-do'a terbaik agar dapat menjalani alam misteri yang tak tersibak akal ini.
Oh, ya darma surat ini sudah berapa lama sampai?. Hana pasti melewatkan aktifitas keseharian mu, cafucino, troroar jalan cat warna, juga melewatkan siang dan malam denganmu. Bahkan hana melewatkan tertawa haru itu, disini hanya ada padang rumput yang luas untuk sekedar duduk bermimpi kenangan indah itu.
Hana hanya bisa beranalogi denagn kematian ini seperti rumput ibarat jalanan tak berujung, ranting-ranting kering disini seperti lampu jalan dengan lampu-lampu kecil yang hampir redup, tanpa debu dan keramaian suasananya. apalagi suasana senang yang tidak bisa diungkapkan. Hana ingat semua itu!, dan hana selalu mengharapkan suasana itu sekarang!. Walaupun tanpa tawa, cafucino dan sebatang roko seperti dulu.
Tapi hana tidak bisa....
Jangankan menikmati sebatang roko dan cafucino, merasakan dan mengingat suasana hari-hari itupun susah! hanya bisa mencium aroma rumput basah di sini, hari-hari yang tidak ada siang dan malam. Hana harus terima ini dengan penuh kesadaran seperti misalnya kematian "dengan menganalogikannya". Akhir-akhir ini hana sering mendengar suara siulan dari kejauhan, suara itu sangat indah didengar, tenang dan sepertinya hana pernah mendengar sebelumnya. entah dari mana datangnya suara itu. Atau itu salam perpisahan yang terucap tanpa prospek pertemuan, pada dasarnya seperti lonceng kematian, mungkin.
Sering terdengar bisikan seperti ini di mimpi hana " setiap perpisahan bukanlah fenomena, melainkan keadaan pikiran" hana tidak mengerti kata-kata itu. Kalau Tuhan telah menciptakan semesta ini dari ketiadaan, lalu apa arti dari semua ini?. Aku berada dimana saat ini?. dan dimana ia berada sekarang?. yang bahkan ingatan-ingatan ini mulai memudar. Sekuat apapun aku berjuang untuk keluar dari tempat ini tidak akan mampu dan itu tidak mungkin bisa.
Tolong aku darma...jika semua ini terjadi, maka upaya ini akan membawa kita pada proses regresi awal. Hingga ke titik awal terciptanya waktu, dulu kita berkhayal menguasai segala hal, tentang sesuatu di alam bawah sadar sampai berangan-angan menguasai dunia khayal kita. Hana cuma bisa senyum mengingat semua itu, dan berharap cepat atau lambat akan berakhir pada sesuatu yang harus hana terima semua ini. Dengan demikian kita bisa memahami ketiadaan sebagai lawan dari keberadaan. Karena di dunia nyata tidak ada yang bersifat abadi.
ini ungkapan hana pada rumput-rumput basah yang selalu hana temui di tempat ini.

Hana
23 Nov 2010

Surat.balasan - bagian I

Ini pertama kali aku tulis surat buatmu darma, setelah sekian lama tidak bertemu. Sejak kejadian hari itu yang memaksaku pergi ke suatu tempat, tempat yang damai kata orang-orang. jauh dari keramaian suasana kota dan jalanan, di tempat ini tidak ada siang matahari pun tidak terlalu terik, tidak ada malam juga karena bulan sedah tidak ada di antara bumi dan matahari. Hana senang ada di tempat ini, banyak teman baru, senang-senang, juga banyak makanan enak.
Oh ya darma, hari itu kamu sempat mengantarkaknku ke sekolah tempat kita mengajar, waktu itu hana tidak bawa kendaraan seperti biasanya, lalu hari itu kita sempat ngobrol dulu di pinggir jalan sekat sekolah. Tertawa sambil menikmati segelas kopi, hari itu muka kita terlihat lusuh padahal harus tampak segar di depan murid-murid, tapi kamu bilang "satai saja hana yang penting kita elegan dan terlihat keren" sambil tertawa.
Hana pikir kita sudah berjam-jam duduk di pinggir jalan sampai tertawa bosan.
Lalu kita berangkat ke sekolah karena sudah waktunya ngajar, walaupun sedikit telat. Oh ya darma hari itu hana lupa bawa catatan padahal itu bahan materi buat kita ngajar, kita malah bengong dan tersenyum " Ah gampang kita bikin materi dadakan menurut kita sendiri" kamu bilang.
sampai akhirnya kita masuk ruangan kelas dengan tenang, waktu itu hana pikir kalau kita sering telat dan kurang teliti persiapan materi-materi yang akan disampaikan pada murid-murid, tapi hana tidak nyangka hari itu hari terakhir mengajar, hari terakhir bertemu kamu darma. Semuanya hana tinggalkan hari itu! dan harus tinggal di tempat asing ini yang sekarang menjadi tempat peristirahatan abadi bagi hana.
Hana bahkan selalu mimpi kejadian hari terakhir itu, saat mengajar, menikmati kopi dan tertawa sampai bosan. dan saat hana masuk ke dalam ruangan gelap berbentuk segitiga itu, hana selalu ingat semuanya, hana selalu berharap bisa keluar dari tempat ini, tapi tidak mungkin!
Hana cuma bisa mendengar suaramu dibalik ruangan ini, disini gelap darma! tak berujung, tanpa ada seorangpun. Bahkan setitik cahayapun tidak ada.
Hana pikir ini hanya mimpi, tapi ternyata ini kenyataan akhir dari semua perjalanan hidup di dunia, hana tau kalau kita selalu senang walaupun sedih, selalu tertawa walaupun susah. Airmata ini cukup menetes saja bagi hana , itu sudah cukup untuk mengenang di hari itu.
setelah beberapa lama hana tinggal di ruangan ini, hana banyak teman baru. Mereka memakai baju putih seperti yang hana pakai sekarang dan hana selalu bercerita tentang kamu darma pada teman-teman baru hana di sini, dan hana selalu menceritakan keseharian kita sebelum hana tinggal di ruangan ini.
Hana senang walaupun tidak bisa bertemu untuk saat ini? dan berharap nanti kita bisa bertemu lagi, mengulang kembali kebersamaan itu, seperti dulu dan saat hari terakhir itu.

Hana selalu berharap hari terakhir itu tidak akan terulang lagi nanti, sampai ktemu.Nanti hana tulis surat lagi buatmu darma.

Hana
17 Nov 2010

Dia - kembali

                                  yang diharapkan akhirnya kembali terulang
                                  beberapa ungkapan menjadi      cambuk dalam suasana baru
                                  tidak ada yang seperti ini sebelumnya
                                  sekedar lupa atau dilupakan
                                  memori yang telah mati
                                  kini hidup kembali , tumbuh memadati otak
                                  tidak sanggup menampungnya
                                  aku akan tetap menjaganya
                                  -dia yang kembali-