Sudah lama aku tidak mengucapkan selamat pagi ‘darma’
Semoga matahari itu tidak tergesa gesa datang dan pergi untuk selamanya, hari ini aku berjalan cukup jauh meninggalkan rerumputan basah dan tempat segitiga itu. Walaupun semakin gelap jalan yang hana tempuh tapi ini sungguh luar biasa, hana seperti teringat kembali kepingan-kepingan masa lalu yang hilang dan hana ingin merangkainya kembali walaupun lewat mimpi dan surat surat ini.
Oh ya Darma, hari ini kamu pergi ke mana? Apakah ada suatu rencana untuk melewati dan mengisi hari ini, aku harap kita bisa bertemu pada suatu rencana yang selalu kita buat sebelumnya, seperti dulu. Hana pergi tidak untuk selamanya, hana baru sadar itu dan kepergian ini sangat lelah! Lelah untuk mengingat kembali kesan-kesan hari itu, suasana haru, dan hal baru yang selalu hana dapat setiap kita pergi bersama menentukan rencana yang bisa dianggap biasa namun pelajarannya sungguh luar biasa, sayang sekali bila hana melewatkan hal-hal itu. Mungkin hana melewatkan beberapa hal baru lagi yang kamu temukan di sana, tanpa hana. Dan hana menemukan hal baru di sini tanpa kamu darma, ini seperti sebuah permainan saja. Yang mungkin akhirnya kita akan bertemu dan menemukan hal baru itu bersama-sama lagi.
Hana punya satu permainan yang mungkin ini sudah terjadi sebelumnya, dalam permainan ini kamu harus menjawab semua pertanyaan hana, walaupun hana tidak bisa mendengar dan tahu jawabannya, kamu mungkin bisa ungkapkan dengan membalas surat ini, seperti biasanya.
Ungkapan ini sebuah pesan-pesan pendek yang selalu hana tulis, ini sebagian yang hana ingat ketika kita akan merintis bisnis kecil-kecilan di rumah singgah itu, tempat pertama kita bertemu dan orang-orang ditempat itu yang sudah seperti keluarga bagi ku. Sudah lama sekali hana tinggalkan. Aku bersyukur bisa mengingatnya karena cerita ini sangat membantu ku untuk sedikit melupakan rasa lelah ini..
Darma kamu ingat? Ini pesan pendek yang hana kirim lewat telepon genggam “Hari itu aku berangkat dulu…berangkat untuk mengadukan kebodohan hahaha ‘mari menuntut ilmu’ lalu setelah beberapa jam kemudian aku berbagi cerita tentang kebodohan itu sampai aku jenuh dan ingin segera bertemu, oh ya hari itu tidak seperti biasanya di tempat itu tanpa kehadiranku, hehe…aku mulai bosan, jenuh ingin segera pulang bertemu denganmu dan berkumpul bersama orang-orang di rumah singgah itu, matahari mulai bergegas pulang, langit merah pun mulai berubah hitam kebiru-biruan, malam menjelang dan aku masih belum pulang, suasana makin bosan! hmm….lalu aku mengirim pesan pendek lagi “titipkan tawaku disitu”.
Tapi ada pelajaran yang hana bisa ambil saat itu, hana mendengarkan seorang yang menjelaskan tentang ‘audit tujuan hidup’ yang cukup memberikan pandangan buat pola pikir yang labil, setelah beberapa jam lalu aku buat resume dan mengisi beberapa soal tentang audit tujuan hidup. Aku dapat sebuah pelajaran yang aku susun lewat ungkapan malam itu.
Ini ungkapan hana
Semoga matahari itu tidak tergesa gesa datang dan pergi untuk selamanya, hari ini aku berjalan cukup jauh meninggalkan rerumputan basah dan tempat segitiga itu. Walaupun semakin gelap jalan yang hana tempuh tapi ini sungguh luar biasa, hana seperti teringat kembali kepingan-kepingan masa lalu yang hilang dan hana ingin merangkainya kembali walaupun lewat mimpi dan surat surat ini.
Oh ya Darma, hari ini kamu pergi ke mana? Apakah ada suatu rencana untuk melewati dan mengisi hari ini, aku harap kita bisa bertemu pada suatu rencana yang selalu kita buat sebelumnya, seperti dulu. Hana pergi tidak untuk selamanya, hana baru sadar itu dan kepergian ini sangat lelah! Lelah untuk mengingat kembali kesan-kesan hari itu, suasana haru, dan hal baru yang selalu hana dapat setiap kita pergi bersama menentukan rencana yang bisa dianggap biasa namun pelajarannya sungguh luar biasa, sayang sekali bila hana melewatkan hal-hal itu. Mungkin hana melewatkan beberapa hal baru lagi yang kamu temukan di sana, tanpa hana. Dan hana menemukan hal baru di sini tanpa kamu darma, ini seperti sebuah permainan saja. Yang mungkin akhirnya kita akan bertemu dan menemukan hal baru itu bersama-sama lagi.
Hana punya satu permainan yang mungkin ini sudah terjadi sebelumnya, dalam permainan ini kamu harus menjawab semua pertanyaan hana, walaupun hana tidak bisa mendengar dan tahu jawabannya, kamu mungkin bisa ungkapkan dengan membalas surat ini, seperti biasanya.
Ungkapan ini sebuah pesan-pesan pendek yang selalu hana tulis, ini sebagian yang hana ingat ketika kita akan merintis bisnis kecil-kecilan di rumah singgah itu, tempat pertama kita bertemu dan orang-orang ditempat itu yang sudah seperti keluarga bagi ku. Sudah lama sekali hana tinggalkan. Aku bersyukur bisa mengingatnya karena cerita ini sangat membantu ku untuk sedikit melupakan rasa lelah ini..
Darma kamu ingat? Ini pesan pendek yang hana kirim lewat telepon genggam “Hari itu aku berangkat dulu…berangkat untuk mengadukan kebodohan hahaha ‘mari menuntut ilmu’ lalu setelah beberapa jam kemudian aku berbagi cerita tentang kebodohan itu sampai aku jenuh dan ingin segera bertemu, oh ya hari itu tidak seperti biasanya di tempat itu tanpa kehadiranku, hehe…aku mulai bosan, jenuh ingin segera pulang bertemu denganmu dan berkumpul bersama orang-orang di rumah singgah itu, matahari mulai bergegas pulang, langit merah pun mulai berubah hitam kebiru-biruan, malam menjelang dan aku masih belum pulang, suasana makin bosan! hmm….lalu aku mengirim pesan pendek lagi “titipkan tawaku disitu”.
Tapi ada pelajaran yang hana bisa ambil saat itu, hana mendengarkan seorang yang menjelaskan tentang ‘audit tujuan hidup’ yang cukup memberikan pandangan buat pola pikir yang labil, setelah beberapa jam lalu aku buat resume dan mengisi beberapa soal tentang audit tujuan hidup. Aku dapat sebuah pelajaran yang aku susun lewat ungkapan malam itu.
Ini ungkapan hana
“Belajar! “ketika usahamu di nilai tidak penting, maka saat itulah kau sedang belajar tentang keikhlasan. Belajar untuk memahami dan menghargai orang lain, saat itu juga kau belajar mendewasakan diri untuk hidup berdampingan dalam satu nafas kehidupan
Aku tau ga banyak yang bisa aku persembahkan untuk banyak orang di sekitar ku, tapi banyak hal-hal berharga yang mereka sajikan untuk perlahan membentuk pribadi dan jati diri yang konstan.
Tapi aku ga bisa hidup sendiri, saat semua hal yang aku miliki kadang tidak berharga. Karena sesungguhnya aku hanya butuh” semangat” dan dukungan untuk terus bertahan hidup di bawah tekanan.
Dan kemudian berteriak dengan bangga,” AKU BISA! “.
Aku tau ga banyak yang bisa aku persembahkan untuk banyak orang di sekitar ku, tapi banyak hal-hal berharga yang mereka sajikan untuk perlahan membentuk pribadi dan jati diri yang konstan.
Tapi aku ga bisa hidup sendiri, saat semua hal yang aku miliki kadang tidak berharga. Karena sesungguhnya aku hanya butuh” semangat” dan dukungan untuk terus bertahan hidup di bawah tekanan.
Dan kemudian berteriak dengan bangga,” AKU BISA! “.
Ungkapan itu sudah lama aku lupakan namun perubahannya aku bisa rasakan, yang sekarang tinggal kenangan saja. Aku akan selalu mengingat penghuni-penghuni tiap ruang di serambi hati ini dan ada banyak kenangan yang tidak bisa aku ungkapkan lewat kata-kata, karena ribuan kenangan itu akan selalu ada tersimpan di setiap ruang serambi hati ini, walaupun salah satu ruangan itu kosong, aku yakin penghuninya akan kembali menempati ruangan itu.
Bahkan dari semua kata yang kita komunikasikan bersama, tanpa kita sadari raga kita hanya bisa berbagi tawa. Tapi jiwa kita mewujudkan nya seperti keajaiban kecil. Menjadi serpihan ketidaksadaran yang maya.
hana lanjutkan perjalananan ini, semoga hana tidak memilih arah yang salah, perjalanan ini sama sepeti mimpi di persimpangan jalan itu, yang hana pernah bercerita sebelumnya, dan di sela-sela perjalanan ini hana akan tulis surat kembali.
Bahkan dari semua kata yang kita komunikasikan bersama, tanpa kita sadari raga kita hanya bisa berbagi tawa. Tapi jiwa kita mewujudkan nya seperti keajaiban kecil. Menjadi serpihan ketidaksadaran yang maya.
hana lanjutkan perjalananan ini, semoga hana tidak memilih arah yang salah, perjalanan ini sama sepeti mimpi di persimpangan jalan itu, yang hana pernah bercerita sebelumnya, dan di sela-sela perjalanan ini hana akan tulis surat kembali.
Hana
8 Mar 2011

Tidak ada komentar:
Posting Komentar