Rabu, 31 Agustus 2011

Surat.balasan - bagian I

Ini pertama kali aku tulis surat buatmu darma, setelah sekian lama tidak bertemu. Sejak kejadian hari itu yang memaksaku pergi ke suatu tempat, tempat yang damai kata orang-orang. jauh dari keramaian suasana kota dan jalanan, di tempat ini tidak ada siang matahari pun tidak terlalu terik, tidak ada malam juga karena bulan sedah tidak ada di antara bumi dan matahari. Hana senang ada di tempat ini, banyak teman baru, senang-senang, juga banyak makanan enak.
Oh ya darma, hari itu kamu sempat mengantarkaknku ke sekolah tempat kita mengajar, waktu itu hana tidak bawa kendaraan seperti biasanya, lalu hari itu kita sempat ngobrol dulu di pinggir jalan sekat sekolah. Tertawa sambil menikmati segelas kopi, hari itu muka kita terlihat lusuh padahal harus tampak segar di depan murid-murid, tapi kamu bilang "satai saja hana yang penting kita elegan dan terlihat keren" sambil tertawa.
Hana pikir kita sudah berjam-jam duduk di pinggir jalan sampai tertawa bosan.
Lalu kita berangkat ke sekolah karena sudah waktunya ngajar, walaupun sedikit telat. Oh ya darma hari itu hana lupa bawa catatan padahal itu bahan materi buat kita ngajar, kita malah bengong dan tersenyum " Ah gampang kita bikin materi dadakan menurut kita sendiri" kamu bilang.
sampai akhirnya kita masuk ruangan kelas dengan tenang, waktu itu hana pikir kalau kita sering telat dan kurang teliti persiapan materi-materi yang akan disampaikan pada murid-murid, tapi hana tidak nyangka hari itu hari terakhir mengajar, hari terakhir bertemu kamu darma. Semuanya hana tinggalkan hari itu! dan harus tinggal di tempat asing ini yang sekarang menjadi tempat peristirahatan abadi bagi hana.
Hana bahkan selalu mimpi kejadian hari terakhir itu, saat mengajar, menikmati kopi dan tertawa sampai bosan. dan saat hana masuk ke dalam ruangan gelap berbentuk segitiga itu, hana selalu ingat semuanya, hana selalu berharap bisa keluar dari tempat ini, tapi tidak mungkin!
Hana cuma bisa mendengar suaramu dibalik ruangan ini, disini gelap darma! tak berujung, tanpa ada seorangpun. Bahkan setitik cahayapun tidak ada.
Hana pikir ini hanya mimpi, tapi ternyata ini kenyataan akhir dari semua perjalanan hidup di dunia, hana tau kalau kita selalu senang walaupun sedih, selalu tertawa walaupun susah. Airmata ini cukup menetes saja bagi hana , itu sudah cukup untuk mengenang di hari itu.
setelah beberapa lama hana tinggal di ruangan ini, hana banyak teman baru. Mereka memakai baju putih seperti yang hana pakai sekarang dan hana selalu bercerita tentang kamu darma pada teman-teman baru hana di sini, dan hana selalu menceritakan keseharian kita sebelum hana tinggal di ruangan ini.
Hana senang walaupun tidak bisa bertemu untuk saat ini? dan berharap nanti kita bisa bertemu lagi, mengulang kembali kebersamaan itu, seperti dulu dan saat hari terakhir itu.

Hana selalu berharap hari terakhir itu tidak akan terulang lagi nanti, sampai ktemu.Nanti hana tulis surat lagi buatmu darma.

Hana
17 Nov 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar