Rabu, 31 Agustus 2011

surat.balasan - bagian II

Apakabar Darma..
Jika pengalaman ini merupakan satu-satunya hal yang memberikan otoritas, Hana dapat memahami tentang kematian. Hana tidak bisa menyikap tabir rahasia dibaliknya, hana dihadapkan pada dua pilihan " melupakan dan memaafkan " kematian bukan sebuah pengalaman, kematian akhir yang menutup seluruh pengalaman.
Hana berharap pintu pemahaman tertutup, kadang hal ini berlalu demikian mudahnya. Jangan sampai pengalaman ini terjadi untuk ke dua kalinya, hana sudah cukup senang dengan semua ini. Hana ada satu harapan lagi yang belum terjawab. Hana berharap do'a-do'a terbaik agar dapat menjalani alam misteri yang tak tersibak akal ini.
Oh, ya darma surat ini sudah berapa lama sampai?. Hana pasti melewatkan aktifitas keseharian mu, cafucino, troroar jalan cat warna, juga melewatkan siang dan malam denganmu. Bahkan hana melewatkan tertawa haru itu, disini hanya ada padang rumput yang luas untuk sekedar duduk bermimpi kenangan indah itu.
Hana hanya bisa beranalogi denagn kematian ini seperti rumput ibarat jalanan tak berujung, ranting-ranting kering disini seperti lampu jalan dengan lampu-lampu kecil yang hampir redup, tanpa debu dan keramaian suasananya. apalagi suasana senang yang tidak bisa diungkapkan. Hana ingat semua itu!, dan hana selalu mengharapkan suasana itu sekarang!. Walaupun tanpa tawa, cafucino dan sebatang roko seperti dulu.
Tapi hana tidak bisa....
Jangankan menikmati sebatang roko dan cafucino, merasakan dan mengingat suasana hari-hari itupun susah! hanya bisa mencium aroma rumput basah di sini, hari-hari yang tidak ada siang dan malam. Hana harus terima ini dengan penuh kesadaran seperti misalnya kematian "dengan menganalogikannya". Akhir-akhir ini hana sering mendengar suara siulan dari kejauhan, suara itu sangat indah didengar, tenang dan sepertinya hana pernah mendengar sebelumnya. entah dari mana datangnya suara itu. Atau itu salam perpisahan yang terucap tanpa prospek pertemuan, pada dasarnya seperti lonceng kematian, mungkin.
Sering terdengar bisikan seperti ini di mimpi hana " setiap perpisahan bukanlah fenomena, melainkan keadaan pikiran" hana tidak mengerti kata-kata itu. Kalau Tuhan telah menciptakan semesta ini dari ketiadaan, lalu apa arti dari semua ini?. Aku berada dimana saat ini?. dan dimana ia berada sekarang?. yang bahkan ingatan-ingatan ini mulai memudar. Sekuat apapun aku berjuang untuk keluar dari tempat ini tidak akan mampu dan itu tidak mungkin bisa.
Tolong aku darma...jika semua ini terjadi, maka upaya ini akan membawa kita pada proses regresi awal. Hingga ke titik awal terciptanya waktu, dulu kita berkhayal menguasai segala hal, tentang sesuatu di alam bawah sadar sampai berangan-angan menguasai dunia khayal kita. Hana cuma bisa senyum mengingat semua itu, dan berharap cepat atau lambat akan berakhir pada sesuatu yang harus hana terima semua ini. Dengan demikian kita bisa memahami ketiadaan sebagai lawan dari keberadaan. Karena di dunia nyata tidak ada yang bersifat abadi.
ini ungkapan hana pada rumput-rumput basah yang selalu hana temui di tempat ini.

Hana
23 Nov 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar