Gadis, aku takut jika ini benar, aku takut jika ini tidak dilakukan, aku hilang arah jika menyerah, aku bodoh jika meninggalkannya, aku hebat ketika orang menjabat tanganku, aku bahagia jika Dia ada, aku marah jika dia berdosa, aku bahkan tidak tahu logika, aku hanya menikmatinya saja, aku puas karena berbeda, maka aku akan mati berkalang tanah seperti mereka.
Selalu ada dua pilihan yang ragu untuk dipilih, ada kepastian yang tidak disadari sebelumnya tanda-tanda itu makin jelas, muncul ketika keyakinan ini mulai hancur, ribuan tatapan yang tidak bisa aku mengerti maknanya, makin jelas. Tapi itu bagian dari jalan hidup, penentu arah pada apa yang harus aku tentukan setelah kedua pilihan itu hancur, lalu tumbuh pada tubuh yang mati ini tanpa darah dan jiwa yang hancur beserta Ruh yang tidak menghuni lagi jasadnya hilang arah.
Kali ini bukan tuntutan, melainkan tantangan. Aku senang dengan hal baru ini, yang awalnya hanya kesibukan yang biasa yang berujung pada satu tujuan yang sama, penuh kejutan.
Tuhan memang adil.
Tentang sesuatu yang bisa aku rasakan, namun tidak bisa aku ketahui keberadaannya, aku hanya bisa menggambarkannya pada selembar kertas dan pena sebagai penentu arah, sementara aku hanya bisa meberi rasa saja, rasa ingin menemukan hal itu, yang tidak aku tahu keberadaanya. Jika ini sebuah nama maka siapa Dia? keadaan yang tidak bisa diprediksi. Tapi ini bukan awal dari keraguan. Apakah ini pertanyaan yang harus aku jawab di setiap pagi, tentang semua yang seharusnya tidak terjadi. Ini sebuah elegi dalam perasaan, aku tunggu waktunya nanti, jika aku yakin akan sebuah proses dari semua Tanya ini.
Kembali pada jam yang sama, keadaan yang sama dan pertanyaan yang sama, masalah memang tidak bisa aku prediksi lagi, ini datang dari rasa ingin memiliki, dari proses perjalanan yang panjang. Aku memilih diam, biar Dia menentukan kata-kata yang cocok untuk keadaan ini, keadaan ketika rasa ini hanya ingin diam karena aku tidak bisa memprediksikanya lagi, ketika dalam suatu pertemuan yang singkat dan sebelumnya sering aku lalui pada hari yang sama, senin, rabu, kadang hari sabtu , tidak bisa di prediksi. Aku hanya bertanya pada kata-kata yang selalu dia ucapkan, dan hanya bisa tersenyum dari segala hal kecil namun bermakna yang selalu Dia ucapkan dan berujung pada satu masalah yang sama. Dan aku selalu ingin bertanya “apakah ini tentang kita”
Malam semakin larut, gelap, .awan hitam pekat seperti dedak kopi yang mengendap dalam gelas keramik yang ku pegang, sedikit demi sedikit aku teguk sambil sesekali memandangi keluar jendela kaca di tempat pertemuan itu, selalu ada Dia dan selalu kita berdua yang duduk di bangku itu, asap roko yang makin penat, cerita yang semakin haru dan kadang bisu, bahkan tidak sadar akan waktu yang selalu menegur di sela-sela cerita, itu peringatan tapi selalu aku hiraukan saja. Karena malam itu Dia ada.
Selalu ada keajaiban dari sekian banyak waktu yang dilalui bersama, bangku kayu, meja melamin dan suasana yang nyaman, semakin lupa waktu, uangku sudah habis saat itu, kopi dan rokok pun hampir habis, tapi kita masih bisa tertawa haru sampai malam pun makin larut.
Ini sedikit cerita tentang Dia, selalu aku ingat selamanya, senyum dan gelagatnya, haru dan amarahnya menjadi inspirasi terbaik. Maka aku akan selalu menjaganya.
Malam makin larut, sedikit absurb karena kita menghabiskan waktu dibalik makna besar yang sulit dimengerti.
Tanggal 9 yang mempunyai arti sempurna bulan 1 yang artinya pertama kali aku ungkap semua Tanya itu dan tahun 2011 awal yang mengagumkan.
Selalu ada dua pilihan yang ragu untuk dipilih, ada kepastian yang tidak disadari sebelumnya tanda-tanda itu makin jelas, muncul ketika keyakinan ini mulai hancur, ribuan tatapan yang tidak bisa aku mengerti maknanya, makin jelas. Tapi itu bagian dari jalan hidup, penentu arah pada apa yang harus aku tentukan setelah kedua pilihan itu hancur, lalu tumbuh pada tubuh yang mati ini tanpa darah dan jiwa yang hancur beserta Ruh yang tidak menghuni lagi jasadnya hilang arah.
Kali ini bukan tuntutan, melainkan tantangan. Aku senang dengan hal baru ini, yang awalnya hanya kesibukan yang biasa yang berujung pada satu tujuan yang sama, penuh kejutan.
Tuhan memang adil.
Tentang sesuatu yang bisa aku rasakan, namun tidak bisa aku ketahui keberadaannya, aku hanya bisa menggambarkannya pada selembar kertas dan pena sebagai penentu arah, sementara aku hanya bisa meberi rasa saja, rasa ingin menemukan hal itu, yang tidak aku tahu keberadaanya. Jika ini sebuah nama maka siapa Dia? keadaan yang tidak bisa diprediksi. Tapi ini bukan awal dari keraguan. Apakah ini pertanyaan yang harus aku jawab di setiap pagi, tentang semua yang seharusnya tidak terjadi. Ini sebuah elegi dalam perasaan, aku tunggu waktunya nanti, jika aku yakin akan sebuah proses dari semua Tanya ini.
Kembali pada jam yang sama, keadaan yang sama dan pertanyaan yang sama, masalah memang tidak bisa aku prediksi lagi, ini datang dari rasa ingin memiliki, dari proses perjalanan yang panjang. Aku memilih diam, biar Dia menentukan kata-kata yang cocok untuk keadaan ini, keadaan ketika rasa ini hanya ingin diam karena aku tidak bisa memprediksikanya lagi, ketika dalam suatu pertemuan yang singkat dan sebelumnya sering aku lalui pada hari yang sama, senin, rabu, kadang hari sabtu , tidak bisa di prediksi. Aku hanya bertanya pada kata-kata yang selalu dia ucapkan, dan hanya bisa tersenyum dari segala hal kecil namun bermakna yang selalu Dia ucapkan dan berujung pada satu masalah yang sama. Dan aku selalu ingin bertanya “apakah ini tentang kita”
Malam semakin larut, gelap, .awan hitam pekat seperti dedak kopi yang mengendap dalam gelas keramik yang ku pegang, sedikit demi sedikit aku teguk sambil sesekali memandangi keluar jendela kaca di tempat pertemuan itu, selalu ada Dia dan selalu kita berdua yang duduk di bangku itu, asap roko yang makin penat, cerita yang semakin haru dan kadang bisu, bahkan tidak sadar akan waktu yang selalu menegur di sela-sela cerita, itu peringatan tapi selalu aku hiraukan saja. Karena malam itu Dia ada.
Selalu ada keajaiban dari sekian banyak waktu yang dilalui bersama, bangku kayu, meja melamin dan suasana yang nyaman, semakin lupa waktu, uangku sudah habis saat itu, kopi dan rokok pun hampir habis, tapi kita masih bisa tertawa haru sampai malam pun makin larut.
Ini sedikit cerita tentang Dia, selalu aku ingat selamanya, senyum dan gelagatnya, haru dan amarahnya menjadi inspirasi terbaik. Maka aku akan selalu menjaganya.
Malam makin larut, sedikit absurb karena kita menghabiskan waktu dibalik makna besar yang sulit dimengerti.
Tanggal 9 yang mempunyai arti sempurna bulan 1 yang artinya pertama kali aku ungkap semua Tanya itu dan tahun 2011 awal yang mengagumkan.
2011.kindarma

Tidak ada komentar:
Posting Komentar