Kamis, 01 September 2011

Surat.balasan - bagian V

Apakabar Darma..
semenjak keputusan terakhir tentang kepergian ku dan tentang keikhlasan mu, hana menunggu surat balasan mu darma tapi tak kunjung datang, tidak sedikit pun yang hana tahu semenjak kejadian itu, hana harap surat ini bisa sampai entah bagaimana caranya, dan hana sempat bertemu seorang laki-laki yang secara tidak sengaja dia menemani hana untuk sekedar mampir bercerita tentang semua perjalanan yang tabu ini. Tuhan memang baik hati mempertemukan orang-orang yang baik dan member sedikit pencerahan ketika rasa ini mulai ragu, ragu akan kebingungan mencari jalan keluar untuk semua cerita yang selalu kita lewati dan semua kenangan yang tidak pernah hana lupakan juga masalah hidup yang tak kunjung berhenti karena ini tuntutan buat hana untuk menjadi yang terbaik bagi semuanya.
Kamu masih ingat , hana pernah bilang akan melanjutkan perjalanan ini dan pasti Hana akan tulis surat di sela-sela perjalanan ini, akhirnya hana terhenti sejenak, tapi sekarang tidak ada persimpangan tidak ada orang yang selalu hana temui sebelumnya tidak ada hal baru yang bisa dijadikan motivasi besar buat hana. Berhenti sejenak untuk memahami segala kejadian yang sudah hana lewati sebelumnya, nyaris putus asa! Tapi hana tidak berfikir pendek tentang itu, hana harus bangkit dari segala keluhan ini, hana tidak akan menyerah sampai disini darma. Kamu juga harus  tetap semangat menjalani semuanya untuk menjadi yang terbaik, dan yang lebih baik lagi, aku tahu kamu bisa, dengan segala kemampuanmu dalam segala hal, kamu bisa bangkit dan berusaha menjadi lebih baik, jangan menyerah, terus berjalan sampai kamu menemukan hana di sini, sungguh aku tidak bisa membayangkan jika kita bisa bertemu seperti dulu, seperti kebersamaan yang selalu kita lewati bersama, tapi ini tidak mungkin untuk sekarang….
Maafkan aku darma, baru sempat menulis surat ini sekarang. Aku sempat hilang arah di perjalanan ini, langkah-langkah kecil ku mulai terjebak dalam segala keraguan, tapi Tuhan masih baik hati memberi sedikit celah bagi hana untuk menyadari semuanya. Hana bertemu laki-laki yang sebelumnya hana kenal ,tapi itu sudah lama sekali hana kenal , hana baru menyadari bahwa laki-laki ini memang pernah hana kenal waktu bersamu dulu di kehidupan sebelumnya.
Laki-laki ini memang ramah, hana kaget ketika dia menyapa dan mengulurkan tangannya untuk sekedar bertanya, lalu hana tersenyum sedikit bingung dengan kedatanganya yang secara tiba-tiba. Dia bertanya “kamu sendiri, kemana bayanganmu, tidak biasanya bayanganmu samar” hana kaget mendengar dia berkata itu, ternyata dia sering memperhatikan hana selama ini, selama diperjalanan ini. Lalu hana baru ingat bahwa dia, hana kenal sebelumnya. Hana duduk di sebelahnya dan bercerita tentang semua perjalanan hana, tentang kehidupan, kebingungan, dan keraguan yang selama ini hana cari jalan keluarnya.
Tidak terasa sudah berjam-jam hana bercerita dengan laki-laki ini, ternyata dia mengenalmu Darma, aku sempat teringat kembali semuanya yang sejenak aku lupakan karena sibuk mencari arah tujuan selama ini, maafkan aku Darma. Hana selama ini tidak sempat menulis surat dan melupakan beberapa hal kecil yang selalu hana temukan, memang terlihat samar tapi tidak seperti yang kamu kira, bahwa semua ini merupakan teguran bagi hana untuk lebih peka lagi, lebih mengerti lagi menyikapi segala nya. Kamu harus lihat aku sekarang sudah bisa menyikapi segala elegy kehidupan dan masalah yang sedikit demi sedikit lebih terarah, tidak seperti dulu yang selalu menjadi beban besar bagi hana, bagi masa depan hana juga, tapi hana tetap tidak bisa keluar dari tempat ini. Walaupun sedikit tenang menjalaninya.
Semenjak bertemu laki-laki ini, hana berhasrat besar ingin menulis surat lagi, karena hana pikir surat ini mungkin bisa di titipkan pada laki-laki itu, karena dia mengenal kamu Darma, dan dia berjanji akan bertemu kamu pada waktu-waktu tertentu yang tidak pernah diperkirakan sebelumnya, dia orang yang baik, dan aku harap surat ini bisa sampai pada waktunya, yang selalu menjadi kejutan di setiap alur cerita ini. Jadikan ini sebagai motivasi buatmu Darma, bahwa aku selalu mendukung dan mendoakan yang terbaik, walaupun sekarang tidak bisa menemani mu Darma, hanya waktu yang selalu menjadi peringatan bagi ku.
Aku tidak pernah sekedar berprediksi atau bahkan menebak akhir dari cerita ini, semua ku hadapkan pada cermin yang mengantarkanku pada posisi berkaca pada diri, tapi hati mencapai titik kristalisasi yang menyebabkan timbulnya kekuatan dalam berucap.
Semua rasa ku bentangkan tanpa rahasia tanpa geliat asa dan pengharapan, ini hanya sebuah dasar dari kekaguman, berujung pada sebuah ungkapan dengan sentuhan ketulusan.
Terimakasih untuk semua hal yang tidak pernah ku prediksi.
Kepingan kecil dari hidupku sempat menemukannya di tengah sebuah persimpangan yang tengah ku lalui, aku sedang bersama seseorang yang lebih dulu sudah ku temukan, tapi entah kenapa dia membuatku menoleh dan mengalihkan pandanganku? Aku menoleh untuk kemudian mengerti aku sadar terlalu lancang! Terlalu tidak usah. Sedang waktu berputar seiring putarannya yang wajar, sampai pada suatu ketika. Kesadaran mulai terbangun dari keistimewaan rasa yang kini merubah wajah kewajaran menjadi sulit terlupakan, aku mengerti, aku sedang berada dalam sebuah ruang yang nyaman.
Aku akan berjalan menempuh jalan ini semampuku, aku terhenti jika tak sanggup lagi melangkahkan kaki. Aku menyerahkan diriku pada waktu, kutumbalkan hidupku pada kepasrahan penuh. Sampai kemudian di renggut takdir menghadap jalan lain, sekarang sudah cukup! Cukup memberiku banyak hal yang indah yang semula terlalu ragu kudapat. Aku tidak bisa berjanji atau mengungkap sebuah kepastian karena aku manusia yang kelak mungkin bersalah., aku hanya ingin berjalan santai sore hari sambil tersenyum pada kesan dan kenyamanan! Aku tidak ingin lebih jika hanya akan merusak yang ku punya saat ini.
Seperti kepingan puzlle, aku mencoba menatanya menjadi sebuah bentuk yang indah, dengan jangka waktu yang tak pernah bisa ku tentukan, jika waktu adalah batas yang menciptakan keterbatasan, maka aku kalah, karena hasilnya mungkin tergesa-gesa. Maka aku matikan putaran waktu dan kucoba menyusun kepingan-kepingan puzlle ini dengan keindahan yang mulai terbentuk sekarang, menjadi sebuah gambar raksasa yang tercipta dari ribuan keeping kenangan yang pernah kita lalui bersama, tanpa batas waktu lagi!
Sampai pada waktu memaksa harus berputar lagi, di sini lah awal penentuan, sampai ketemu darma.

Hana
11 Agustus 2011.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar